9 November 2010, lebih dari setahun yang lalu kisah petualanganku mengais rejeki dimulai. Melanjutkan kisah sebelumnya setelah liburanku di Jogja, lewat sebuah program Job Fair yang diadakan di Universitas ternama di kota tersebut, Universitas ternama di Jogja -you know lah- yang namanya gag usah disebutin aja orang-orang pasti sudah tahu dan gw juga udah tahu kalian mw bilang apa, jadi TOLONG JANGAN DISEBUTKAN NAMANYA DISINI !!
Gw puas. -gag penting-.
Hari itu memang hari yang cukup fenomenal bagi gw. Kenapa tidak?? Gw yang alamiahnya 'Anak kampung dari Palembang' akan memulai hidup gw yang baru, memulai karir gw sebagai karyawan -setelah gw gagal menjadi mahasiswa, dan lulus dengan IPK yang sangat amat hampir nyaris pas-pasan- di Ibukota Negara kita tercinta -yang pasti bukan Palangkaraya karena wacana menjadikan Palangkaraya sebagai Ibukota hanyalah gosip basi bertahun-tahun yang lalu yang bahkan tidak pernah diangkat lagi ke media a.k.a ibarat taik kucing yang terkubur di pasir,bauk!! pastinya-
Berangkat dari palembang penerbangan pertama pagi jam 6 teng, gile gag tuh, JAM ENAM TENG!!, yang artinya GW MESTI BANGUN SEBELUM JAM 6, YANG ARTINYA GW MESTI BANGUN LEBIH CEPAT DARI BIASANYA, YANG ARTINYA GW MESTI KORBANIN SCHEDULE TETAP HARIAN GW : BOKER TIAP PAGI!!
Miris.
Owh Boker, jika engkau ibarat SMS yang bisa pending, aku mohon untuk kali ini pending saja kemunculanmu. Please, daripada banyak korban berjatuhan saat di pesawat nanti. -gw berdoa dengan posisi jongkok menghadap toilet-
Dan sesampainya di Bandara, pesawat yang gw tunggangin kali ini adalah Udara Singa -dalam Bahasa Inggris bisa diterjemahkan lewat google translate, kamus, dan semacamnya, yang gw tahu kalian lebih jago dari gw- dan penerbangan ini merupakan penerbangan pertama gw SEPANJANG SEJARAH PERJALANAN HIDUP GW DARI OROK, MENGHIRUP UDARA DI MUKA BUMI SAMPAI SEKARANG GW SUDAH BISA BOKER SAMBIL KAYANG. So please jangan hina gw, jangan katain gw, karena emang gw kampung banget, dan emang keliatan sangat kampung saat pertama kali naek pesawat.
Saat memasuki pesawat sih awalnya biasa-biasa aja. Isinya gag beda dengan Bes Kampus yang setiap hari gw tumpangin pas kuliah, yang menjadi perbedaan hanyalah sosok Abang kernek yang biasanya teriak-teriak di Bes dengan gaya khas ke-kernek-annya kini tergantikan dengan sosok-sosok perempuan rupawan dengan tinggi dan tampang di atas rata-rata yang dengan ramahnya menyambut kita. Oooh, jika saja kernek Bes Kampus gw digantikan sama mbak-mbak pramugari ini,pasti terjadi pertumpahan darah diantara mahasiswa-mahasiswa mesum yang mempunyai nafsu tak tersalurkan. Malangnya kalian!!
Kekampungan gw bermula dengan paniknya sistem pencernaan dan reproduksi gw saat pesawat mulai melepas pijakannya dari bumi. Ibarat anak ayam yang mengira kucing tetangga sebagai induknya, GUE PANIK !! Ya benar, GUE PANIK SEPANIK-PANIKNYA!! Sampe lupa kalo gw belum boker pagi ini. Untuk mengatasi kepanikan ini hal yang gw lakuin selama di pesawat hanyalah memandang kaca jendela di sebelah. Diluar jendela bisa gw liat indahnya Langit dan Gerumunan awan. Wow, gw selama ini cuma bisa melihat awan dari bumi kini bisa melihatnya dari dekat sungguh pemandangan yang menakjubkan. Gw terperangah -tapi tidak sampai boker di celana- Gerumunan awan secara luar biasa mampu menenangkan hati, pikiran, dan pantat gw untuk menahan boker yang tertunda. It's damn beautiful, man!! Luar biasa sekali anugerah Sang Pencipta.
Finally, after 50 minutes on the sky, Ja-Kar-Ta.
Dan disinilah petualangan hidup gw yang baru akan dimulai.
Life is a Game, and My Game as an employee has just began !!
Wednesday, December 14, 2011
Tuesday, December 6, 2011
Twilight Sneakers
Okay,. melanjutkan perjalanan gw ke daerah Anyer minggu kemaren dengan (meminjam) kamera orang, gw mencoba membuat suatu karya artistic photograpic imaginatic perspectic kampretic dari sepasang sepatu kets,.

Really like this one !!

Really like this one !!
Subscribe to:
Comments (Atom)